Dokumen yang dibutuhkan ketika visitasi
AKREDITASI TAHUN 2022
SDN SUMBERJO 1 KANDAT
1. Siswa menunjukkan perilaku
disiplin dalam berbagai situasi.
LEVEL
CAPAIAN KINERJA
4.
Siswa menunjukkan perilaku disiplin yang membudaya berdasarkan tata tertib
sekolah/madrasah dan mendapat pengakuan atas prestasi kedisiplinan.
3.
Siswa menunjukkan perilaku disiplin berdasarkan tata tertib sekolah/madrasah
dan mendapat pengakuan atas prestasi kedisiplinan.
2.
Siswa menunjukkan perilaku disiplin berdasarkan tata tertib sekolah/madrasah
namun terbatas di sekolah/madrasah.
1.Siswa
menunjukkan perilaku disiplin berdasarkan tata tertib sekolah/madrasah namun
terbatas di kelas.
Definisi:
Disiplin merupakan ketaatan dan kepatuhan
terhadap tata tertib (dalam bentuk disiplin waktu, berpakaian, dan kepatuhan
terhadap aturan) yang dipercaya merupakan indikator kewajiban siswa kepada
sekolah/madrasah.
Membudaya adalah terwujudnya tindakan yang
menjadi kebiasaan sehari-hari secara konsisten dan berkelanjutan yang
didasarkan pada nilai-nilai tertentu
Dokumen yang dibutuhkan:
1. Buku piket yang berisi keterlambatan siswa
dan ketidakhadiran siswa di
sekolah/madrasah Ditunjukkan
ketika visit
2. Catatan guru/wali kelas yang memuat kedisiplinan waktu siswa Ditunjukkan ketika visit
3. Jurnal kelas yang mencantumkan data
ketidakhadiran siswa di kelas dan data mata pelajaran yang diikuti siswa Ditunjukkan ketika visit
2. Siswa menunjukkan perilaku religius dengan pengamalannya dalam aktivitas
di sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa menunjukkan perilaku religius yang
membudaya sesuai ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya dalam kehidupan
sehari-hari di sekolah/madrasah.
3 Siswa menunjukkan perilaku religius sesuai
ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari di
sekolah/madrasah.
2 Siswa belum konsisten menunjukkan perilaku
religius sesuai ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya dalam kehidupan
sehari-hari di sekolah/madrasah.
1 Siswa berperilaku religius karena mematuhi
tata tertib sekolah/madrasah.
Dokumen
yang dibutuhkan:
1 Catatan
guru yang mencakup partisipasi siswa dan jenis kegiatan ibadah sesuai ajaran
agama/kepercayaan yang dianut & Catatan guru tentang sikap toleran dan
kerukunan hidup antar pemeluk agama/kepercayaan Ditunjukkan
ketika visit.
3. Siswa
menunjukkan perilaku kerja keras, tangguh, dan bertanggung jawab dalam
aktivitas di sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa menunjukkan perilaku tangguh dan
bertanggung jawab yang membudaya dalam aktivitas sehari-hari di
sekolah/madrasah.
3 Siswa menunjukkan perilaku tangguh dan
bertanggung jawab dalam pembelajaran di kelas.
2 Siswa belum konsisten menunjukkan perilaku
tangguh dan bertanggung jawab dalam pembelajaran di kelas.
1 Siswa belum menunjukkan perilaku tangguh dan
bertanggung jawab.
Definisi:
1. Tangguh
adalah sikap kuat pendirian, tidak mudah dikalahkan, tabah, dan tahan (kukuh).
2. Bertanggung
jawab adalah sikap menanggung segala sesuatu dari bagian risiko pekerjaan sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajiban.
3. berkelanjutan yang didasarkan pada nilai-nilai
tertentu.
Dokumen yang dibutuhkan:
1. Portofolio tugas dalam pembelajaran yang
mencakup materi dan nilai yang diperoleh siswa Ditunjukkan
ketika visit
2. Laporan pelaksanaan kegiatan ekstra
kurikuler yang mencakup jenis kegiatan, partisipasi siswa, dan dokumentasi
kegiatan Ditunjukkan ketika visit
4. Siswa terbebas
dari perundungan (bully) di sekolah/madrasah.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa membudayakan praktik bebas dari
perundungan dan berperan aktif dalam program pencegahan perundungan di
sekolah/madrasah.
3 Siswa bebas dari praktik perundungan di
sekolah/madrasah.
2 Siswa melakukan/mengalami perundungan
meskipun sekolah/madrasah telah melakukan upaya pencegahan.
1 Siswa melakukan/mengalami perundungan namun
sekolah/madrasah tidak melakukan upaya pencegahan.
Definisi:
Perundungan (bully) adalah tindakan
menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman, baik dalam bentuk kekerasan
verbal, sosial, fisik, seksual, atau daring (cyber bullying); seperti
mengolok-olok, mengucilkan, menyebarkan gosip, mengancam, mendorong, memukul,
menendang, menjambak, mencuri atau merusak barang milik korban, postingan pesan
menghina, membagikan foto/video memalukan, pelecehan seksual. Tindakan
perundungan dapat dilakukan oleh sekelompok orang atau perorangan yang merasa
lebih kuat secara fisik dan mental daripada korban.
Membudayakan adalah melakukan sesuatu
sebagai kebiasaan sehari-hari secara konsisten dan berkelanjutan yang
didasarkan pada nilai-nilai tertentu.
Dokumen yang dibutuhkan:
1 Catatan guru/wali kelas yang
mencakup jenis perundungan yang terjadi, bentuk pembinaan yang diberikan, dan
jenis sanksi yang diberikan Ditunjukkan ketika visit
2 Laporan
kegiatan pencegahan perundungan yang mencakup agenda, panduan, dan partisipasi
siswa Ditunjukkan ketika visit
3 Media
afirmasi dalam bentuk poster/banner/spanduk/leaflet. Ditunjukkan ketika visit
5. Siswa menunjukkan keterampilan berkomunikasi sesuai karakteristik
keterampilan abad ke-21.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa telah menunjukkan budaya berkomunikasi
yang efektif dan beretika secara lisan dan tulisan melalui berbagai media yang
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam dan di luar
sekolah/madrasah.
3 Siswa telah menunjukkan keterampilan
berkomunikasi yang efektif dan beretika secara lisan dan tulisan melalui
berbagai media yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di
dalam dan di luar sekolah/madrasah.
2 Siswa telah menunjukkan keterampilan berkomunikasi
yang efektif dan beretika secara lisan dan tulisan dengan media tertentu di
dalam dan di luar sekolah/madrasah.
1 Siswa telah menunjukkan keterampilan
berkomunikasi yang efektif dan beretika secara lisan dan tulisan dengan media
tertentu di dalam sekolah/madrasah.
Definisi:
1. Berkomunikasi
efektif adalah kemampuan seseorang dalam menyampaikan dan menerima ide,
pikiran, pengetahuan, dan/atau informasi baik secara lisan, tulisan, maupun
isyarat sehingga tujuan komunikasi tercapai.
1. Berkomunikasi
yang beretika adalah komunikasi lisan dan tulis sesuai tatakrama dan kesantunan
dalam berbahasa.
1. Budaya
adalah suatu tindakan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari secara konsisten
dan berkelanjutan yang didasarkan pada nilai-nilai tertentu
Dokumen yang dibutuhkan:
1 Portofolio/tugas
yang mencakup tugas melalui media daring, media luring, dan Nilai yang
diperoleh siswa Ditunjukkan ketika
visit
6. Siswa menunjukkan keterampilan berkolaborasi sesuai karakteristik
keterampilan abad ke-21.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa telah menunjukkan budaya berkolaborasi
yang terprogram dengan guru, tenaga kependidikan, atau siswa lainnya dalam
bentuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler serta penggunaan sumber daya
belajar.
3 Siswa telah menunjukkan keterampilan
berkolaborasi dengan dengan guru, tenaga kependidikan, atau siswa lainnya dalam
bentuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler serta penggunaan sumber daya
belajar.
2 Siswa telah menunjukkan keterampilan
berkolaborasi dengan dengan guru, tenaga kependidikan, atau siswa lainnya dalam
bentuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler secara terbatas.
1 Siswa telah menunjukkan keterampilan
berkolaborasi dengan dengan guru, tenaga kependidikan, atau siswa lainnya dalam
bentuk kegiatan pembelajaran secara terbatas.
Definisi:
1.Kolaborasi adalah
kemampuan siswa dalam bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan yang
telah direncanakan dan disepakati.
2.Budaya adalah suatu
tindakan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari secara konsisten dan
berkelanjutan yang didasarkan pada nilai-nilai tertentu.
3.Keterampilan siswa
dalam kolaborasi dinilai dari kualitas dan keterlibatan siswa dalam
kegiatan-kegiatan yang membutuhkan kerja sama dengan guru, tenaga kependidikan,
atau antar siswa, di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
Dokumen yang dibutuhkan:
1 Catatan
penilaian sikap kolaborasi/kerja sama. Ditunjukkan
ketika visit
7. Siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan
pemecahan masalah sesuai karakteristik abad ke-21.
4 Siswa
menunjukkan budaya berpikir kritis dan pemecahan masalah secara konsisten dan
sistematis yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa
baik lisan maupun tulisan.
3 Siswa menunjukkan keterampilan berpikir
kritis dan pemecahan masalah yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan
hasil karya siswa baik lisan maupun tulisan.
2 Siswa menunjukkan keterampilan berpikir
kritis dan pemecahan masalah yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan
hasil karya siswa baik lisan maupun tulisan yang dilakukan secara terbatas.
1 Siswa menunjukkan keterampilan berpikir
kritis dan pemecahan masalah yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan
hasil karya siswa secara lisan.
Definisi:
Berpikir kritis dan pemecahan masalah
adalah kemampuan menggunakan pengetahuan untuk mengidentifikasi masalah,
mengumpulkan informasi yang relevan, memikirkan alternatif solusi, dan membuat
kesimpulan
Budaya adalah suatu tindakan yang sudah
menjadi kebiasaan sehari-hari secara konsisten dan berkelanjutan yang
didasarkan pada nilai-nilai tertentu.
Dokumen
yang dibutuhkan:
1. Portofolio/tugas
dalam proses pembelajaran dan nilai yang diperoleh siswa. Ditunjukkan
ketika visit
8. Siswa menunjukkan keterampilan kreativitas dan inovasi sesuai
karakteristik keterampilan abad ke-21
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa menunjukkan budaya kreatif dan inovatif
secara konsisten yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya
siswa dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya melalui kegiatan
pembelajaran dan ekstrakurikuler di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
3 Siswa menunjukkan keterampilan kreatif dan
inovatif yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa
dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya melalui kegiatan
pembelajaran dan ekstrakurikuler di dalam dan di luar sekolah/madrasah.
2 Siswa menunjukkan keterampilan kreatif dan
inovatif yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa
dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya melalui kegiatan
pembelajaran dan ekstrakurikuler di dalam sekolah/madrasah.
1 Siswa menunjukkan keterampilan kreatif dan
inovatif yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran dan hasil karya siswa
dalam bentuk lisan, tulisan, dan/atau karya lainnya dalam pembelajaran di
kelas.
Definisi:
1. Kreatif
adalah keterampilan untuk menemukan gagasan atau konsep baru atau hubungan baru
antara gagasan dan konsep yang sudah ada.
2. Inovatif
adalah keterampilan untuk mewujudkan suatu kreativitas dalam bentuk produk
baru.
3. Budaya
adalah suatu tindakan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari secara konsisten
dan berkelanjutan yang didasarkan pada nilai-nilai tertentu.
Dokumen
yang dibutuhkan:
1 Portofolio
tugas pembelajaran yang mencakup materi tentang pengembangan kreativitas dan
inovasi, serta nilai yang diperoleh siswa. Ditunjukkan
ketika visit
10. Siswa menunjukkan peningkatan prestasi belajar.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Siswa memiliki rata-rata nilai ujian
sekolah/madrasah dan rapor kelas akhir yang meningkat secara konsisten dalam 3
(tiga) tahun terakhir dan berdampak pada persepsi positif masyarakat terhadap
sekolah/madrasah.
3 Siswa memiliki rata-rata nilai ujian
sekolah/madrasah dan rapor kelas akhir yang meningkat dalam 3 (tiga) tahun
terakhir.
2 Siswa memiliki rata-rata nilai ujian
sekolah/madrasah dan rapor kelas akhir yang fluktuatif (naik-turun) dalam 3
(tiga) tahun terakhir.
1 Siswa memiliki rata-rata nilai ujian
sekolah/madrasah dan rapor kelas akhir yang tidak meningkat dalam 3 (tiga)
tahun terakhir.
Dokumen yang dibutuhkan:
1 Leger
nilai kelas akhir dalam 3 (tiga) tahun terakhir Ditunjukkan
ketika visit.
12. Proses pembelajaran berlangsung secara aktif dengan
melibatkan seluruh siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi
sehingga terjadi proses pembelajaran yang efektif sesuai dengan tujuan
pembelajaran pada satuan Pendidikan.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Dalam proses pembelajaran siswa diberi
kesempatan untuk belajar secara aktif (membaca, bertanya, berdiskusi, praktik,
atau menggunakan media), melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi,
dilaksanakan melalui pengalaman yang konkret, dan menyajikan materi yang lebih
bermakna bagi kehidupan siswa serta berdampak pada pemecahan masalah kehidupan
sehari-hari.
3 Dalam proses pembelajaran siswa diberi
kesempatan untuk belajar secara aktif (membaca, bertanya, berdiskusi, praktik,
atau menggunakan media), dilaksanakan melalui pengalaman yang konkret, dan
menyajikan materi yang lebih bermakna bagi kehidupan siswa.
2 Dalam proses pembelajaran siswa diberi
kesempatan untuk belajar secara aktif (membaca, bertanya, berdiskusi, praktik,
atau menggunakan media).
1 Dalam pembelajaran guru lebih banyak
menjelaskan dan siswa memperhatikan serta mengerjakan tugas yang diberikan
saja.
Definisi:
1. Pembelajaran
efektif adalah pembelajaran yang berhasil mencapai tujuan (kompetensi) yang
telah ditetapkan, baik pada aspek sikap, pengetahuan maupun keterampilan, yang
indikator keberhasilannya dapat dilihat dari hasil penilaian.
2. Pembelajaran
aktif adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai subjek yang aktif
belajar (student center) yang ditandai dengan adanya partisipasi siswa yang
aktif dan konstruktif dalam pembelajaran misalnya kegiatan membaca, bertanya,
diskusi, praktik, menggunakan dll.
3. Kemampuan
berpikir tingkat tinggi (HOTS) adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu
masalah, yang melibatkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan berpikir
kreatif dan kemampuan berargumen serta kemampuan mengambil keputusan terhadap
sesuatu hal.
4. Keterampilan
menganalisis adalah keterampilan untuk memahami sebuah konsep dengan cara
menguraikan atau merinci konsep tersebut ke dalam bagian-bagian yang lebih
kecil dan terperinci serta menunjukkan hubungan antar bagian-bagian dari konsep
tersebut
5. Keterampilan
menyintesis adalah keterampilan menggabungkan bagian-bagian menjadi sebuah
bentukan atau susunan yang baru sehingga dapat menciptakan ide-ide baru yang
dinyatakan secara eksplisit
6. Pengalaman
konkret artinya kegiatan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan/pengalaman
langsung oleh siswa baik berupa simulasi maupun praktik langsung,
7. Materi
yang bermakna adalah materi yang dipelajari di kelas memiliki hubungan atau
manfaat bagi kehidupan siswa,
8. Berdampak
terhadap pemecahan kehidupan sehari-hari artinya kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan di kelas mampu memberi solusi terhadap permasalahan yang ada dalam
kehidupan.
Dokumen yang dibutuhkan:
1 Lembar
Praktikum/Lembar Praktik/Lembar Kerja Siswa Ditunjukkan
ketika visit
13.Penilaian proses dan hasil belajar digunakan sebagai
dasar untuk perbaikan dan dilaksanakan secara sistemis.
4 Guru melakukan penilaian proses dan hasil
belajar dengan menggunakan berbagai teknik penilaian untuk mengetahui
pencapaian tujuan pembelajaran secara sistemis dan berkesinambungan yang
berdampak pada perbaikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
3 Guru melakukan penilaian proses dan hasil
belajar dengan menggunakan berbagai teknik penilaian untuk mengetahui
pencapaian tujuan pembelajaran secara berkesinambungan.
2 Guru melakukan penilaian proses dan hasil
belajar sesuai tujuan pembelajaran namun belum digunakan untuk perbaikan
pembelajaran.
1 Guru melakukan penilaian proses dan hasil
belajar tanpa memperhatikan tujuan pembelajaran.
Definisi:
1. Penilaian
pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat
keberhasilan (keefektifan) dari suatu kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan, dengan menggunakan metode dan instrumen yang tepat. Penilaian
pembelajaran dapat dilakukan pada dua sisi yaitu penilaian proses dan penilaian
hasil.
2. Penilaian
proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui apakah proses
pembelajaran yang telah dilaksanakan berlangsung secara lancar, menyenangkan,
efisien, dan bertumpu pada siswa sebagai subjek yang aktif belajar (student
active learning). Penilaian proses dilakukan melalui prosedur yang sistematis dengan
menggunakan metode dan instrumen yang tepat.
3. Penilaian
hasil adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat
penguasaan siswa terhadap kompetensi yang telah ditetapkan, melalui prosedur
yang sistematis dengan menggunakan metode dan instrumen yang tepat.
4. Sistemis
artinya penilaian dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, melalui
langkah-langkah yang logis dan benar, dimulai dari penyusunan kisi-kisi,
pengembangan butir penilaian, pelaksanaan penilaian, analisis hasil dan tindak
lanjut.
Dokumen yang dibutuhkan:
1. Hasil
penilaian (formatif dan sumatif) Ditunjukkan
ketika visit
15. Siswa berpartisipasi aktif dalam belajar dan suasana
pembelajaran di kelas menyenangkan
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Suasana pembelajaran di kelas yang dinamis
dengan adanya interaksi antarsiswa, interaksi siswa dengan guru, siswa yang
antusias dalam belajar dan suasana kelas yang menyenangkan dan menarik yang
berdampak pada pencapaian tujuan pembelajaran.
3 Suasana pembelajaran di kelas yang dinamis
dengan adanya interaksi antarsiswa, interaksi siswa dengan guru, siswa yang
antusias dalam belajar dan suasana kelas yang menyenangkan dan menarik.
2 Suasana kelas tertib dan terlihat ada
interaksi timbal balik antar siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.
1 Suasana kelas tertib walaupun penyampaian
materi berlangsung satu arah dari guru ke siswa.
Definisi:
1. Siswa
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran adalah ketika siswa terlibat secara
kognitif, fisik dan emosional dalam proses belajar melalui berpikir, bergerak,
dan perasaan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Interaksi
antar siswa adanya adanya kumunikasi interaktif antar siswa dalam proses
pembelajaran baik dalam diskusi kelompok maupun dalam diskusi kelas.
3. Interaksi
siswa dengan guru adalah kondisi dimana guru memfasilitasi terjadinya interaksi
antara siswa dengan guru dalam proses pembelajaran.
4. Pembelajaran
yang menyenangkan terjadi dalam suasana belajar yang menarik dan memotivasi di
mana siswa diberikan situasi untuk berinteraksi, dinamis, dan menyenangkan
antara siswa, dan melalui interaksi dengan guru dalam konteks mencapai tujuan
pembelajaran.
5. Antusias
adalah suatu kondisi dimana siswa menunjukkan rasa bersemangat/rasa perhatian
untuk ikut serta dalam melakukan suatu kegiatan proses pembelajaran.
16. Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Guru melakukan pembiasaan literasi membaca
dan menulis di sekolah/madrasah yang berdampak pada (1) terbentuknya budaya
membaca dan menulis di luar kelas, (2) menghasilkan karya-karya literasi
seperti majalah dinding, cerpen, dan karya tulis lainnya, dan (3)
terpublikasinya karya literasi siswa di masyarakat.
3 Guru melakukan pembiasaan literasi membaca
dan menulis di sekolah/madrasah yang berdampak pada (1) terbentuknya budaya membaca
dan menulis di luar kelas (2) menghasilkan karya-karya literasi seperti majalah
dinding, cerpen, dan karya tulis lainnya.
2 Guru melakukan pembiasaan membaca, menulis,
berkomunikasi, berlatih, atau berkarya tetapi belum berdampak pada kebiasaan
yang dilakukan oleh siswa di luar kelas.
1 Guru belum secara terprogram melakukan
pembiasaan membaca, menulis, berkomunikasi, berlatih, atau berkarya.
Definisi:
1. Literasi
baca-tulis adalah pengetahuan baca-tulis, kemampuan memahami baca-tulis dan
kemampuan menggunakan bahasa tulis dalam memahami informasi serta kemampuan
menggunakan bahasa untuk berkomunikasi di lingkungan sosial yang dilakukan
melalui tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran membaca dan
menulis.
2. Proses
pembiasaan adalah proses yang dilakukan untuk mewujudkan budaya literasi
membaca dan menulis seperti penyediaan waktu membaca bersama 15 menit sebelum
belajar (nyaring dan atau dalam hati), penyedian/ pemilihan buku bacaan yang
menarik dan relevan pada area baca yang nyaman.
3. Tahap
Pengembangan melanjutkan tahap pembiasaan yaitu memberi tagihan antara lain
berupa pembuatan ringkasan cerita yang dibaca, dan mengembangkan kemampuan
literasi menulis yang dapat dilombakan.
4. Tahap
Pembelajaran adalah tahapan leterasi membaca dan menulis yang dikaitkan dengan
materi pembelajaran
5. Budaya
literasi membaca dan menulis adalah suatu kondisi dimana literasi membaca dan
menulis menjadi suatu kebiasaan yang baik/wajar yang konsisten dan
berkelanjutan senantiasa dikerjakan dan sudah mendarah daging sebagai akibat
dari proses pembiasaan, proses pengembangan dan proses pembelajaran literasi di
sekolah/madrasah
Dokumen yang dibutuhkan:
1 Dokumen
program sekolah/madrasah yang terkait dengan pelaksanaan literasi membaca dan
menulis. Ditunjukkan ketika visit
2 Dokumen
publikasi dan lomba karya Literasi siswa
17. Guru menciptakan suasana belajar yang memperhatikan
keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan memudahkan siswa untuk belajar.
LEVEL CAPAIAN
KINERJA
4 Guru mengimplementasikan prosedur
pembelajaran yang melibatkan siswa dengan memperhatikan keamanan, kenyamanan,
kebersihan, dan kemudahan secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa dengan
membangun hubungan baik antarsiswa dan antara siswa dan guru yang saling
menghormati dan menghargai sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
3 Guru mengimplementasikan prosedur
pembelajaran yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan
secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa dengan membangun hubungan baik
antarsiswa dan antara siswa dan guru yang saling menghormati dan menghargai
sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
2 Guru belum secara optimal mengimplementasikan
prosedur pembelajaran yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan
kemudahan secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa.
1 Guru tidak mengimplementasikan prosedur
pembelajaran yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan
secara fisik maupun psikis untuk dapat diakses siswa dalam belajar.
Definisi:
Suasana kelas yang aman, nyaman adalah
suasana di dalam kelas yang menjadikan siswa bebas dari rasa takut, kondusif
untuk belajar serta terjadi hubungan emosional antar siswa, antar siswa dan
guru, ada rasa saling mempercayai dan saling menghargai antar siswa serta
didukung lingkungan fisik yang bersih untuk mendukung proses pembelajaran.
35. Sekolah/madrasah melaksanakan Penjaminan Mutu Internal
Sekolah/Madrasah setiap tahun terkait pencapaian standar nasional pendidikan,
yang meliputi kegiatan: pelaksanaan evaluasi diri sekolah/madrasah (EDS/M),
penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) yang merujuk
pada rapor mutu.
LEVEL CAPAIAN KINERJA
4 Sekolah/madrasah menyusun RKA-S/M dengan
merujuk rapor mutu dan hasil EDS/M, melakukan evaluasi pelaksanaan program
dalam RKA-S/M, menyusun rencana perbaikan RKA-S/M tahun berikutnya, dan
melakukan tindakan perbaikan secara berkelanjutan.
3 Sekolah/madrasah menyusun RKA-S/M dengan
merujuk rapor mutu dan hasil EDS/M, serta melakukan evaluasi pelaksanaan
program dalam RKA-S/M.
2 Sekolah/madrasah menyusun RKA-S/M dengan
merujuk rapor mutu dan hasil EDS/M.
1 Sekolah/madrasah menyusun RKA-S/M tanpa
memperhatikan rapor mutu dan hasil EDS/M.
Definisi:
1. Penjaminan
mutu internal adalah program sekolah/madrasah yang melibatkan warga
sekolah/madrasah untuk memastikan terpenuhi dan terlaksananya standar layanan
pendidikan yang telah ditetapkan sekolah/madrasah terhadap kelangsungan proses
penyelenggaraan sekolah/madrasah.
2. RKA-S/M
adalah dokumen program dan anggaran yang perlu dilaksanakan oleh
sekolah/madrasah dalam jangka waktu satu tahun ke depan untuk mencapai tujuan
sekolah/madrasah.
3. Peta
mutu adalah gambaran capaian kinerja satuan pendidikan terhadap standar
nasional pendidikan dalam kurun waktu yang ditetapkan sekolah/madrasah.
4. Evaluasi
Diri Sekolah/Madrasah (EDS/M) adalah suatu proses evaluasi yang bersifat
internal dengan melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat/mengetahui
kinerja sekolah/madrasah pada tahun berjalan berdasarkan indikator Standar
Nasional Pendidikan (SNP) yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar
penyusunan RK-S/M dan RKA-S/M tahun berikutnya untuk meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah/madrasah secara konsisten dan berkelanjutan, serta
sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kabupaten/kota.
Dokumen yang dibutuhkan:
1 Dokumen
evaluasi diri sekolah/madrasah Ditunjukkan
ketika visit
2 Dokumen
RKA-S/M dan dokumen EDS/M Ditunjukkan
ketika visit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar